Dari Sampah Menjadi Cuan
Sampah selama ini sering dianggap sebagai masalah besar bagi lingkungan dan masyarakat. Setiap hari, baik rumah tangga, industri, dan ada pun aktivitas manusia menghasilkan banyak ribuan ton sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir. Namun, di balik dari tumpukan itu sebenarnya tersimpan potensi ekonomi yang luar biasa jika kita mampu melihatnya dengan sudut pandang berbeda: Dari sampah menjadi cuan.
Pengelolaan sampah modern tidak lagi sekadar membuang, melainkan memanfaatkan. Ada pula beberapa tempat yang dapat menampung Sampah plastik dan diolah menjadi bahan baku paving block, tas daur ulang, atau kerajinan tangan bernilai jual tinggi. Dengan sedikit hal yang dilakukan melalui pemisahan Sampah organik pun bisa diubah menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian. Banyak komunitas dan pelaku usaha kini membuktikan bahwa pengolahan sampah bukan hanya menolong lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
Gerakan daur ulang dan bank sampah, misalnya, menjadi contoh nyata. Dengan sistem ini, masyarakat diajak memilah dan menabung sampah yang masih bernilai ekonomis, seperti botol plastik, kertas, dan logam. Hasilnya, bukan hanya lingkungan menjadi bersih, tetapi juga masyarakat mendapat tambahan penghasilan.
Melalui pendekatan kreatif dan edukatif, kita dapat mengubah cara pandang terhadap sampah. Bukan lagi sebagai sesuatu yang menjijikkan atau tidak berguna, tetapi sebagai sumber daya yang bernilai. Jika dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi aset ekonomi yang mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sudah saatnya kita sadar bahwa sampah tidak selalu berarti kotor dan merugikan. Dengan inovasi, kepedulian, dan kerja sama, kita bisa benar-benar mewujudkan semboyan itu: dari sampah menjadi cuan.
Dari sampah jadi cuan
Penulis : Chandra Putra
Universitas Pamulang
FKIP_PPKn

